Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

KEUTAMAAN PUASA

KEUTAMAAN PUASA Oleh Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid SHIFATI SHAUMIN NABIYII SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM FII RAMADHAN Muqadimah Bismillahirrahmanirrahim Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga tercurah kepada sayyid para Rasul, kepada keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba'du. Buku ini -wahai saudaraku para penuntut ilmu- adalah cetakan terbaru dari kitab kami Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam fii Ramadhan. Kami persembahkan pada kalian dengan bentuk yang bagus yang berisi faedah-faedah tambahan dan masalah-masalah yang ringan. Mudah-mudahan Allah menuliskan pahala dan manfaat bagi kami dengan mengarang kitab ini. Dalam cetakan kali ini, kami berpikir untuk mentakhrij kembali hadits-hadits dalam kitab ini dengan takhrij manhaji ilmi yang dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah dan aturan-aturan yang telah diwariskan para imam dan ulama kita Rahinmahullah. Sebagai tambahan kami...

Hal-Hal Lain yang Berkenaan dengan Puasa

HAL-HAL LAIN YANG BERKENAAN DENGAN PUASA Disalin Dari AL-FATAWA AL-JAMI'AH LIL MAR'ATIL MUSLIMAH Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan ________________________________________ MENCEGAH HAIDH AGAR BISA BERPUASA Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa pendapat Anda tentang wanita yang mengkonsumsi pil pencegah haidh hanya untuk bisa berpuasa bersama orang-orang lainnya di bulan Ramadhan .? Jawaban Saya peringatkan untuk tidak melakukan hal-hal semacam ini, karena pil-pil pencegah haid ini mengandung bahaya yang besar, ini saya ketahui dari para dokter yang ahli dalam bidang ini. Haidh adalah suatu ketetapan Allah yang diberikan kepada kaum wanita, maka hendaklah Anda puas dengan apa yang telah Allah tetapkan, dan berpuasalah Anda jika Anda tidak berhalangan. Jika Anda berhalangan untuk berpuasa maka janganlah berpuasa, hal itu sebagai ungkapan keridhaan pada apa yang telah Allah tetapkan. [52 Su'alan an Ahkaiml haidh, Syaikh Ibnu Utsaimin, halaman 1...

Bacaan Waktu Berbuka Puasa dan Kelemahan Hadits Fadlilah Puasa

Bacaan Waktu Berbuka Puasa dan Kelemahan Hadits Fadlilah Puasa Abdul Hakim bin Amir Abdat Di bawah ini akan saya turunkan beberapa hadits tentang dzikir atau do'a di waktu berbuka puasa, kemudian akan saya terangkan satu persatu derajadnya sekalian. Maka, apa-apa yang telah saya lemahkan (secara ilmu hadits) tidak boleh dipakai atau diamalkan lagi, dan mana yang telah saya nyatakan syah (shahih atau hasan) bolehlah saudara-saudara amalkan. Kemudian saya iringi dengan tambahan keterangan tentang kelemahan beberapa hadits lemah tentang keutamaan puasa yang sering dibacakan di mimbar-mimbar khususnya di bulan Ramadhan. HADITS PERTAMA Artinya : "Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan : Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul 'Alim (artinya : Ya Allah ! untuk-Mu aku berpuasa dan atas rizkqi dari-Mu kami berbuka. Ya Allah ! Terimalah amal-amal kami, sesungguhnya Engkau Maha M...

Berbukanya Musafir

BERBUKANYA MUSAFIR 1) Pertanyaan: Seseorang yang sedang berpuasa melakukan perjalanan sejauh 73 (tujuh puluh tiga) kilo meter. Ia berang-kat dalam keadaan berpuasa dengan alasan bahwa ia akan tinggal di wilayah yang ditujunya itu. Ternyata ia tidak jadi tinggal di sana dan kembali lagi menempuh perjalanan sejauh itu pada hari itu juga. Dalam perjalanan pulangnya itu ia berbuka. Bagaimanakah qadha' dan kaffarah (tebusan) baginya? Jawaban: Orang tersebut tidak boleh berbuka, karena jarak perjalanan yang ia tempuh tidak mencapai jarak yang membolehkannya mengqashar shalat. Untuk itu hendaknya ia bertobat kepada Allah karena perbuatannya itu, dan ia harus mengqadha hari tersebut sebagai penggantinya, namun demikian ia tidak harus mengeluarkan kaffarah, karena kaffarah itu hanya berlaku akibat hubungan suami-isteri pada siang bulan Ramadhan yang dilakukan oleh orang yang berkewajiban puasa, yaitu memerdekakan hamba sahaya, jika tidak mampu, maka berpuasa selama dua bulan berturut-tu...

Ancaman Bagi Orang yang Membatalkan Puasa Ramadhan dengan Sengaja

ANCAMAN BAGI ORANG YANG MEMBATALKAN PUASA RAMADHAN DENGAN SENGAJA Oleh Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid ________________________________________ SHIFATI SHAUMIN NABIYII SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM FII RAMADHAN ________________________________________ Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Ketika aku tidur, datanglah dua orang pria kemudian memegang dhahaya[1], membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata, "Naik". Aku katakan, "Aku tidak mampu". Keduanya berkata, 'Kami akan memudahkanmu'. Akupun naik hingga sampai ke puncak gunung, ketika itulah aku mendengar suara yang keras. Akupun bertanya, 'Suara apakah ini?'. Mereka berkata, 'Ini adalah teriakan penghuni neraka'. Kemudian keduanya membawaku, ketika itu aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki di a...